Kamis, 01 Oktober 2009

Respon Cepat SBY Gempa di Padang

Presiden SBY
(inilah.com /Dokumen)

INILAH.COM, Jakarta - Masih ingat pernyataan dalam kampanye Pilpres yang menyebutkan bahwa Presiden SBY bisa juga cepat? Ini dibuktikan Presiden dalam kasus bencana gempa bumi yang menimpa kawasan Padang dan Jambi.

Para korban terus berjatuhan, dan keprihatinan makin dalam. Sampai dengan saat ini, korban tewas sudah mencapai 200 orang dan ribuan orang terperangkap reruntuhan, serta kerugian harta benda triliunan rupiah. Kedahsyatan gempa di pesisir Sumatera ini juga terasa hingga Malaysia dan Singapura.

Presiden SBY cepat merespon bencana gempa di Padang dan Jambi. Gempa susulan masih terjadi di Padang, Sumatera Barat. Seakan tak sempat istirahat, SBY yang baru tiba di Tanah Air, langsung berkoordinasi dan memerintahkan penanganan cepat atas bencana tersebut.

Mendengar musibah gemnpa di Padang, Presiden SBY langsung menghubungi Menko Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie terkait tanggap darurat. Sayang, saat menghubungi JK dan Gubernur Sumbar, SBY tidak tersambung.

Di dalam pesawat Kepresidenan Airbus saat menuju Nagoya, SBY sempat melakukan hubungan telepon dengan Aburizal Bakrie. Ia mendapat laporan bahwa Pemda Sumbar masih bekerja dan langsung melakukan proses tanggap darurat.

"Proses tanggap darurat sedang dan masih terus berjalan," kata Presiden di bandara Nagoya Jepang, saat transit dalam penerbangannya menuju Jakarta dari Boston Amerika Serikat.

Semula SBY akan langsung ke Padang setelah transit di Nagoya ini. Tapi proses tanggap darurat sudah dan sedang berjalan. “Jadi saya memutuskan langsung ke Halim dan dari sana akan melakukan koordinasi," imbuh SBY.

Presiden bersama sejumlah menteri, Kapolri dan Panglima TNI langsung menggelar rapat untuk membicarakan penanggulangan gempa yang terjadi di Padang, Sumatera Barat. "Rapat dulu di base ops," tutup Sesneg Hatta Rajasa.

Namun demikian, rencana Presiden SBY untuk meninjau lokasi gempa masih harus menunggu sampai keadaan di Padang benar-benar kondusif. "Kita menunggu laporan dari Padang, karena di sana sedang hujan lebat, komunikasi sulit sekali dan masih ada gempa susulan. Kita tunggu keamanannya lebih dahulu," ujar Hatta Rajasa.

Begitu besarnya keprihatinan Presiden, maka meski kendala di lapangan begitu besar, dimana komunikasi dan transportasi masih sulit, kru protokoler kepresidenan sudah bersiap mengatur prosedur keberangkatan.

Rapat dengan Presiden SBY ini melanjutkan pertemuan kabinet semalam yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla. Namun reaksi cepat dari pemerintah saja tak cukup tetapi harus didukung seluruh lapisan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar